Sinopsis Dan Fakta Dibalik Film Peraih Oscar 2014 “12 Years a Slave”

12 years a slave poster
film 12 years a slave sukses meraih piala oscar sekaligus mengalahkan 8 nominasi lainnya yaitu Gravity”, “American Hustle”, “The Wolf of Wall Street”, “Philomena”, “Captain Phillips”, “Nebraska”, “Dallas Buyers Club” dan “Her”...dilansir dari situs simomot berikut fakta dan sinopsis dibalik film 12 years a slave..
Fakta di balik 12 Years a Slave
Twelve Years a Slave (1853) adalah memoar oleh Solomon Northup yang disunting dan dikisahkan kepada David Wilson. Memoar ini bercerita tentang kisah hidup seorang negro merdeka di New York yang diculik di Washington, D.C. dan dijadikan sebagai budak selama 12 tahun di Louisiana. Ia juga memberi rincian mengenai kegiatan pasar budak di Washington, D.C. dan New Orleans, serta menjelaskan luas perkebunan kapas dan gula di Louisiana.
Memoar ini diterbitkan sebagai buku tidak lama setelah penerbitan novel Uncle Tom’s Cabin (1852) karya Harriet Beecher Stowe, yang juga mengisahkan mengenai perbudakan. Memoar Northup yang diterbitkan pada tahun 1953 terjual sebanyak 30.000 eksemplar dan dianggap sebagai buku terlaris pada masa itu.
Setelah diterbitkan dalam beberapa edisi pada abad ke-19, buku ini menghilang selama hampir 100 tahun dan akhirnya ditemukan kembali oleh dua sejarawan Louisiana, Sue Eakin dan Joseph Logsdon. Pada awal 1960-an, riset dan penelusuran terhadap perjalanan hidup Solomon Northup kembali dilakukan, dan edisi terbaru memoar yang disunting oleh kedua sejarawan ini diterbitkan oleh LSU Press pada tahun 1968. Pada tahun 2013, sebuah film berjudul 12 Years a Slave yang disutradarai oleh Steve McQueen dan dibintangi Chiwetel Ejiofor dirilis.
Kisah di balik film ini
Steve McQueen, dialah dalang dibalik film ini. Setelah Shame dua tahun lalu yang tidak diperhatikan Oscar padahal punya kualitas yang bagus. Kali ini dengan membawa 12 Years a Slave, dia sepertinya ingin membalasnya dan membuktikan kembali bahwa filmnya memang layak diperhitungkan. Sekarang dia mengangkat cerita berdasarkan dari kisah nyata yang tertulis dalam autobiografi karya Solomon Northup yang screenplay-nya ditulis oleh John Ridley. Cerita tentang rasis dan perbudakan memang menjadi daya tarik sendiri, apalagi untuk orang asli USA sana. Ini seperti membuka kembali luka lama yang perih. Seperti halnya film tentang perbudakan kebanyakan, 12 Years a Slave juga menghadirkan perilaku kejam nan sadis ras kulis putih kepada kaum kulit hitam. Bentuk-bentuk siksaan yang diperlihatkan cukup eksplisit, mengeksploitasi fisik dengan brutal hingga menyisakan luka yang mendalam secara psikologis.
Punya banyak adegan penyiksaan yang diperlihat secara gamblang dan frontal; pencambukan, gantung leher, dan (maaf) bugil. McQueen tanpa ragu memperlihatkan itu semua secara jelas, semacam ingin mengatakan bahwa inilah gambaran polemik terjadi, dirasakan dan dialami dulu. Sedari awal film ini mencoba untuk mengikat penontonnya lewat fondasi  ceritanya yang kuat dan menarik itu. Dan ketika adegan demi adegan yang terasa memilukan itu hadir, kita seakan turut merasakan kesakitannya dan ikut bersimpati kepada mereka. Serta kita seakan ingin membebaskan kaum negro itu bebas dari perbudakan. Mengangkat isu kemanusian dengan nada serius memang daya utama tersendiri bagi film ini – tidak seperti Django Unchained-nya Quentin Tarantino yang nyeleneh itu. Aspek teknis di film ini pun turut membantu fondasi ceritanya. Mulai dari sinematografi, makeup, kostum hingga scoring-music gubahan Hans Zimmer yang pas di tempatkan dibagian-bagian yang menyayat hati itu.
Bicara divisi akting, Chiwetel Ejiofor sebagai tokoh utama bermain begitu meyakinkan melalui ekspresi, dilog dan gesturnya yang memperlihatkan kepedihan dengan baik. Lupita Nyong’o yang disini sebagai penampilan perdananya juga bermain bagus. Michael Fassbender yang perannya disini malah kayak psycho, tampil luar biasa dengan menyebalkan. Hingga peran-peran minor yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch, Brad Pitt, Paul Dano, Alfre Wooddard, Paul Giamatti dan Sarah Paulson, walau dalam durasi yang sempit mereka semua punya andil besar terhadap jalannya cerita.
Secara keseluruhan 12 Years a Slave adalah sebuah drama tentang slavery yang sangat bagus. Bagaimana kisah perbudakan itu diperlihatkan dengan apik oleh Steve McQueen lewat penyutradaraannya yang total. Apalagi dihuni oleh tim produksi yang luar biasa dan ensemble cast segudangnya yang bertalenta tinggi. Mengangkat kisah nyata 12 tahun Solomon Northup yang dipadatkan dalam 134 menit durasinya yang begitu memikat. 
Previous
Next Post »
Thanks for your comment